LampungUtara, LintasAdatDanBudaya.Com – Kotabumi Selatan, 29 April 2026 pukul 17.00.WIB. Kondisi Jalan Desa Pelanggaran di Kelurahan Mulangmaya, Kecamatan Kotabumi Selatan, kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat berubah drastis menjadi lintasan berlumpur, licin, dan dipenuhi genangan air setiap kali hujan mengguyur.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan yang tidak bisa lagi dianggap sepele. Struktur jalan tampak hancur, dipenuhi lubang besar dan kubangan lumpur yang dalam. Pengendara, baik roda dua maupun roda empat, dipaksa berjibaku melewati medan yang berbahaya dengan kecepatan sangat rendah demi menghindari kecelakaan.
Warga setempat menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian yang berlarut-larut. Pasalnya, kerusakan jalan bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait. “Setiap hujan, jalan ini berubah jadi kubangan lumpur. Sangat membahayakan, terutama bagi anak sekolah dan pengendara motor,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.
Dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut keselamatan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas harian masyarakat. Akses menuju tempat kerja, sekolah, hingga kegiatan ekonomi menjadi terhambat. Bahkan, sebagian warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu demi menghindari risiko terjatuh atau terjebak di lumpur.
Kondisi ini juga memicu kekhawatiran serius terkait akses layanan darurat. Jalan yang rusak parah berpotensi menghambat laju ambulans atau kendaraan penting lainnya saat dibutuhkan, yang tentu dapat berakibat fatal dalam situasi darurat.
Warga Desa Pelanggaran dengan tegas mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan. Mereka menuntut adanya langkah konkret, bukan sekadar janji, dalam bentuk perbaikan jalan secara menyeluruh, mulai dari pengerasan, pengaspalan, hingga pembenahan sistem drainase agar genangan air tidak terus terjadi.
Masyarakat menegaskan bahwa jalan ini bukan sekadar fasilitas biasa, melainkan akses vital yang menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah tidak lagi menutup mata dan segera merealisasikan perbaikan demi kepentingan bersama.
(Kaperwil Lampung Rizqi)










