banner 728x250
Berita  

Paskah Nasional 2026 di Manado Sulawesi Utara Digelar 70 Ribuan Umat Padati Kawasan Megamas

Manado, lintasadatdanbudaya.com – menyambut Perayaan Paskah Nasional 2026 yang akan digelar meriah pada Rabu, 8 April 2026. Ribuan umat Kristiani dari berbagai daerah di Sulawesi Utara dipastikan memadati kawasan Pohon Kasih Megamas.

 

Perayaan ini tidak sekadar seremoni keagamaan, tetapi menjadi momentum persatuan lintas denominasi gereja yang dikemas dalam nuansa spiritual dan budaya.

 

Ketua Panitia, Recky Heskie Langie, mengatakan seluruh gereja di Sulawesi Utara terlibat aktif dalam kegiatan ini. Panitia ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang memperkuat persatuan umat.

 

“Paskah yang dilaksanakan di Kota Manado adalah Paskah Nasional se-Sulut yang melibatkan seluruh gereja,” ujar Langie didampingi wakil sekretaris Daniel Dolfie Angkouw.

Baca Juga:  Dinas Bina Marga Selesai Revitalisasi JPO Kyai Tapa

 

Panitia merancang perayaan ini dengan konsep yang memadukan ibadah dan pertunjukan budaya. Sejumlah atraksi etnis dari Minahasa, Sangihe, hingga Bolaang Mongondow akan tampil di panggung utama.

 

Penampilan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mencintai budaya lokal di tengah arus globalisasi.

 

Salah satu agenda utama adalah drama kolosal Jalan Salib yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus Kristus. Pementasan ini diharapkan mampu menyentuh hati dan memperkuat iman umat yang hadir.

Baca Juga:  Teror Panah Wayer di Singkil Berakhir, Remaja 17 Tahun Diamankan Resmob Polresta Manado

 

Panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai 60 hingga 70 ribu orang. Seluruh umat akan mengikuti ibadah di ruang terbuka dengan latar pemandangan laut kawasan Megamas.

 

Lokasi tersebut dinilai memberikan suasana religius yang khas sekaligus memperkuat pengalaman spiritual peserta.

 

Langie menegaskan bahwa esensi utama kegiatan tetap pada ibadah, sementara pagelaran budaya menjadi pelengkap untuk mempererat kebersamaan.

 

“Ibadah adalah yang utama, tetapi kami juga menghadirkan konteks kebersamaan melalui pagelaran kebudayaan,” jelasnya.

 

Ia berharap semangat damai dari Sulawesi Utara dapat menyebar lebih luas dan menginspirasi masyarakat.

 

Baca Juga:  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Tanggamus bertindak tegas untuk memberikan sangsi mengenai limbah B3 klinik rawat inap Al Mukaromah

“Kami berkeinginan agar pelaksanaan kegiatan ini dapat memancar ke seluruh dunia,” tandasnya.

 

 (Michael indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *